Dompu, Jompanusantara.my.id,- Tragedi berdarah dari dugaan kasus percobaan pembunuhan yang menimpa imam Hambali alias Jerry, warga Desa Bakajaya, kecamatan Woja kabupaten Dompu, pada jum,at lalu, masih menyisahkan misteri.
Pasal nya, pihak satuan reserse dan kriminal ( satreskrim ) kepolisian resort Dompu, sampai hari ini, belum berhasil mengungkap, siapa otak pelaku dan apa motif dibalik dari peristiwa yang terjadi. .
Lamban nya penanganan Aparat penegak hukum dalam mengungkap pelaku, tidak ubah nya seperti bola liar yang dapat menggelinding kemana saja dan berpotensi menimbulkan berbagai macam spekulasi di tengah masyarakat hingga pengguna media sosial,
Benar saja, media sosial di guncang dengan muncul nya pernyataan salah satu akun Facebook Annas Malik, yang menarasikan kejadian yang menimpa korban bukanlah upaya percobaan pembunuhan melainkan upaya bunuh diri .
Tidak hanya itu, akun tersebut (Annas Malik red) juga mengaku upaya bunuh diri yang dilakukan oleh korban, bersumber dari saudara nya, yang merupakan penyidik kepolisian resort Dompu,.
Pernyataan akun Annas Malik beredar luas di media sosial, akibat nya memicu reaksi keluarga dari mantan istri korban, hingga aksi spontan pemblokiran jalan dilakukan, di tiga titik berbeda di wilayah simpasai kecamatan woja kabupaten Dompu.
Jakaraiah, selaku Pama kandung korban, yang dikonfirmasi media ini dikediaman nya, lingkungan renda, kelurahan simpasai, kecamatan woja, kabupaten Dompu, pada Jum,at malam 10 /7/26, mengatakan awal nya tidak mengetahui ada aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh keluarga mantan istri korban, sebab pihak nya hanya berfokus pada kesembuhan korban,
” Pikiran kami Saat ini berfokus pada proses pemulihan korban, yang tengah melakukan persiapan untuk operasi kedua nya, soal aksi pemblokiran Jalan l awal nya kami tidak tahu, sama sekali, namun setelah saya dihubungi oleh pihak tertentu barulah kami mendapat informasi nya bahkan mendapat kriman gambar hasil screnshiot akun FB Annas Malik, yang mengatakan anak kami melakukan upaya bunuh diri, ” kata dia sambil menunjukan foto”.
Lebih lanjut jakaraih menuturkan, informasi yang saya terima, Aksi pemblokiran jalan tersebut ditenggarai oleh beredarnya pernyataan spekulatif dari salah satu akun facebook bernama Annas Malik, akibatnya masyarakat mendesak polisi segera mengungkap dalang dibalik peristiwa yang menimpa anak kami, bahkan malam itu saya diminta oleh bupati langsung untuk membujuk warga agar mau membuka jalan.
” Keluarga kami, telah mempercayakan sepenuh nya pada pihak kepolisian, bahkan kami mengapresiasi respon cepat mereka, nyawa anak kami bisa tertolong, soal aksi itu murni diluar pengetahuan kami, bahkan saya malam itu meminta warga untuk membuka jalan, Alhamdulillah jalan langsung dibuka, tutur nya”.
Jakariah akrab disapa Om Jack meski mengapresiasi gerak cepat pihak polisi dalam melakukan evakuasi korban, dia juga menilaii, lamban nya pengungkapan kasus imam Hambali, diduga akibat cara kerja pihak kepolisian yang didugai, bekerja diluar prosedur, ” sambung nya”.
Om Jack berharap, pihak kepolisian bisa bekerja lebih profesional lagi dalam mengungkap dalang dibalik peristiwa yang terjadi, sehingga motif nya dapat terungkap secara terang benderang. ” Tutup nya”.
Dilain tempat Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Fitrah Dwi Ramadhani S.Tr.K, M.S.i, sampai berita ini diturunkan, belum dapat ditemui, guna dimintai tanggapan tentang penanganan kasus imam Hambali (IH) .( jn.Tim)







