Beranda / Uncategorized / Pelelangan Shm oleh BRI Dinilai Cacat Prosedur, KNM Gelar Aksi Unjuk Rasa

Pelelangan Shm oleh BRI Dinilai Cacat Prosedur, KNM Gelar Aksi Unjuk Rasa

Dompu, Jompa Nusantara, ~
Eksistensi  Bank Rakyat Indonesia ( BRI )  sebagai lembaga Jasa keuangan,  terus saja menjadi sorotan dan  buah bibir masyarakat dari tahun ketahun, hal itu disebabkan lantaran banyak tindakan yang mengarah pada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak BRI.

Lagi – lagi, dugaan pelanggaran tersebut kini mencuat  melalui aksi  unjuk rasa (UNRAS) yang dilakukan oleh puluhan pemuda dan aktivis yang tergabung dalam barisan Koalisi Nasabah Melawan (KNM) kabupaten Dompu, propinsi Nusa tenggara barat

UNRAS yang digelar di depan kantor BRI unit Dompu Cabang Bima, Rabu (20/05/2026) pagi, menyinggung tentang adanya tindakan pelelangan sertifikat hak milik (SHM)  atas nama  H. Nasrullah yang terletak di Desa Madaprama, Kecamatan Woja.kabupaten Dompu, sebagaiman tertuang dalam Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Lelang No. B.1597/KC-XI/ADK/06/2025, pada  tanggal 5 Juni 2025 terkait SHM No. 226. yang diduga kuat, melanggar prosedur dan merugikan nasabah.

Pantauan langsung  media ini menyebutkan, massa aksi mengecam keras tindakan pelelangan SHM, tanpa adanya surat Somasi terlebih dahulu yang dilayangkan oleh pihak bank tehadap nasabah,Sebagaimana diwajibkan pada Pasal 6 UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan.

Koordinator Lapangan KNM  “Den Aden”  yang dikonfirmasi diselah aksi nya, mengungkapkan  tindakan pelelangan SHM atas nama H. Nasrullah oleh pihak bank, adalah murni sebuah pelanggaran, yang di sengaja dan terencana, sehingga merugikan pihak nasabah ungkap nya”.

Den Aden menambahkan, aksi  ini merupakan bentuk perlawanan kami terhadap bank BRI atas pelanggaran yang ada, yang kami kemas dalam sejumlah  poin tuntutan, diantara nya ,agar pihak bank  pengembalian hak agunan ke nasabah, melakukan evaluasi terhadap oknum pegawai yang diduga terlibat pelanggaran,  dan yang paling penting  adanya perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ” tambah dia”.

Ditempat berbeda, Haji Nasrullah AR saat dikonfirmasi awak media ini,  mengakui   selaku pemilik sertifikat hak milik (SHM), tidak pernah menerima Surat Somasi/Peringatan 3 (kali). Sebagaimana diwajibkan pada Pasal 6 UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan.

” saya, tidak pernah menandatangani akta pemberian hak Tanggungan/APHT di hadapan PPAT. Dan menegaskan apabila ada tanda tangan saya, itu merupakan pemalsuan. ” Ungkapnya”.Selain itu H.Nasrullah mengaskan dirinya keberatan terhadap keputusan  pelelangan tersebut, karna diduga  ada nya konspirasi terselubung antara pihak bank dengan pemenang lelang, sebab Nilai pelelangan jauh dari harga analisa yang berlaku, dan dapat  dibuktikan dengan NJOP Jual Obyek Pajak) kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, ” tegasya (JN-ARY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *