Dompu JompaNusantara.my.id–
Dompu JompaNusantara.my.id– Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan bakar minyak (BBM) Non subsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 /liter melonjak hingga diangka Rp16.250 / liter kini
memicu gelombang protes berbagai aliansi masyarakat dan mahasiswa di masing-masing daerah.
Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Cabang Dompu Raya turut menyikapi hal tersebut, hingga aksi demonstrasi digelar langsung depan gerbang parlemen oleh puluhan mahasiswa Pada Senin 22 /6/2026.
Dalam Aksi UNRAS yang dipusatkan di depan Gedung DPRD kabupaten Dompu tersebut, puluhan mahasiswa mendesak anggota DPRD bersama pemerintah daerah, agar secara maksimal mengunakan Kewenangan masing – masing untuk menindak lanjuti sejumlah poin tuntutan Aksi.

Gambar, Konsentrasi kegiatan aksi di hadiri Ketua DPRD Dompu, Ir Muttakun beserta beberapa anggota dewan dengan pengamanan aparat kepolisian Polres Dompu.
ILHAM : Ketua Umum HMI MPO Cabang Dompu Raya menyatakan, aksi ini merupakan bentuk penolakan kami terhadap kebijakan presiden RI soal kenaikan harga BBM, yang berimbas terhadap meningkatnya kebutuhan bahan pokok masyarakat.
”Kita bisa lihat bagaimana imbas dari kenaikan BBM ini, semua harga perlahan akan naik, terutama dari jenis barang dan jasa lainya, akibatnya yang menanggung beban akhir dari efek domino kenaikan BBM yaitu konsumen atau masyarakat sebagai titik akhir dari dampak tersebut ucapnya.
Selain itu, kebijakan presiden RI terhadap program MBG Makan Siang Bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, menyebabkan terjadi nya likuiditas keuangan daerah sehingga pelayanan publik terhambat,.
”Menurut kami jika memang Program MBG ini di prioritaskan untuk anak-anak sekolah di seluruh indonesia pertanyaan kami kenapa tidak di kabupaten Dompu hususnya belum merata pendistribusian Makan Siang Bergizi Gratis ini, berdasarkan hasil opserfasi kami di beberapa sekolah di Kab. Dompu, kondisi ini menandakan bertapa kacaunya pengelolaan program MBG ini lanjutnya.
Reaksi ini merupakan implementasi dari teriakan rakyat, dari dampak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, dari program yang menguntungkan golongan elit, sebagai agen of change dan agen of control, kami dari aliansi yang tergabung dari (HMI MPO) memiliki tanggung jawab moral terhadap rakyat dan bangsa ini,
” Kami telah merumuskan poin – poin tuntutan kami, diantara nya :
1. Cabut kenaikan harga BBM bersubsidi
2. Evaluasi total program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih KDMP.
3. Tolak bentuk pemborosan anggaran negara perioritaskan sektor pendidikan dan tenaga pendidik
4. Tolak Dwi fungsi TNI dan revisi UU polri serta
5. Hentikan peredaran rokok ilegal di kabupaten Dompu
6. Mendesak pemerintah dan DPRD untuk segera membentuk pansus, tentang pengawasan distribusi Gas LPG 3 Kg subsidi. ” Tegas nya”.
Kami berharap pemerintah dan DPRD dapat lebih serius menindak lanjuti tuntutan kami, jika tidak kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar, tutup nya”.
Ditempat berbeda, Ketua DPRD Dompu, ir. Muttakun, mengapresiasi langkah mahasiswa, dalan menyuarakan persoalan naisinal sampe persoalan daerah salasatunya peredaran rokok ilegal yang tidak memiliki bea cukai dan gas LPG, kami berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari adik-adik HMI MPO Cabang Dompu Raya, dalanm waktu dekat.
”Insya Allah, rencana nya, kami besok akan melakukan inspeksi pangkalan gas LPG 3 Kg di wilayah kecamatan Dompu dan Pajo. tutupnya singkat.
. (G-P3NG).







